Perbedaan Rangkaian Seri dan Paralel dalam Listrik

165 Likes Comment
Contoh rangkaian seri dan paralel

Untuk mengalirkan arus listrik suatu peralatan elektronik, anda perlu suatu rangkaian baik secara seri maupun paralel. Keduanya sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari hari, tapi memiliki sistem dan cara kerja yang berbeda. Perbedaan rangkaian seri dan paralel untuk alirkan arus listrik ini ada beberapa poin yang penting untuk dipahami. Yuk intip penjelasan di bawah ini!

Ciri dan Beda Rangkaian Seri dan Paralel

  1. Susunan Rangkaian yang Dipakai

Kedua jenis rangkaian listrik ini disusun dengan cara yang berbeda, sehingga seri tampak lebih sederhana. Hal itu disebabkan oleh seri tidak memiliki cabang yang dan hanya disusun berjajar dengan hambatan lainnya. Selain itu anda hanya akan melihat satu kabel yang terhubung dengan sumber arus ke hambatan, sehingga lebih mudah untuk disusun.

Sedangkan anda akan melihat rangkaian listrik yang lebih kompleks pada susunan paralel. Rangkaian satu ini bisa memiliki banyak cabang, sehingga hambatan disusun secara vertikal. Oleh sebab itu, ada pembagian arus yang diterima oleh setiap hambatan yang terbagi di beberapa cabang. Dengan begitu, rangkaian ini membutuhkan lebih dari satu kabel untuk menghubungkannya.

  1. Perbedaan Komponen Pembentuknya

Kedua jenis rangkaian listrik ini memiliki bentuk yang berbeda, karena komponen yang dibutuhkan tak sama. Perbedaan rangkaian seri dan paralel ini didasarkan pada kebutuhan masing masing alat, sehingga alat yang dipakai pun tidak selalu sama. Oleh sebab itu, anda harus memperhatikan kebutuhan dari alat listrik yang disusun menjadi satu rangkaian utuh.

Rangkaian listrik berbentuk seri ini membutuhkan sumber tegangan, kabel dan hambatan. Sumber tegangan yang dibutuhkan bisa disesuaikan, seperti baterai atau lainnya. Lain halnya dengan bentuk paralel yang membutuhkan sumber tegangan, kabel, dan hambatan dalam jumlah yang lebih banyak. Setelah itu, alat alat tersebut dapat disusun untuk mengalirkan arus listrik.

  1. Kondisi Komponen Listrik
Baca Juga:  Mengenal Perbedaan Pupuk Organik dan Anorganik

Untuk melihat rangkain listrik telah disusun dengan tepat atau tidak, anda bisa menyalakan sistem tersebut. Bila memakai bohlam lampu, maka akan menyala sesuai dengan jumlah tegangan yang masuk ke dalam rangkaiannya. Rangkaian secara seri akan menghasilkan nyala lampu tidak sama, karena jumlah tegangan di tiap hambatan tidak sama.

Lain halnya dengan rangkaian listrik yang disusun secara paralel karena akan menghasilkan pijar lampu yang sama terang. Hal itu disebabkan oleh tegangan di tiap hambatan sama, sehingga perbedaan rangkaian seri dan paralel ini berpengaruh pada pijar bohlam lampu yang dipakai. Dengan begitu bisa anda sesuaikan dengan kebutuhan saat akan memakainya.

  1. Kontinuitas Komponen Listrik

Bentuk rangkaian listrik secara seri ini menyusun hambatan secara berjajar dengan satu sumber tegangan. Kabel yang dipakai pun hanya satu, sehingga mengalirkan tegangan dari satu pintu. Oleh sebab itu kontinuitas dari komponen ini menyebabkan bohlam lampu mati secara keseluruhan bila salah satunya mati, terutama bohlam yang berada paling dekat dengan sumber tegangan.

Kondisi tersebut tidak akan anda temui pada rangkaian listrik secara paralel, karena kabel yang dipakai lebih dari satu. Dengan begitu, tegangan yang dialirkan ke bohlam lampu sama rata dan hambatan bisa menyala secara keseluruhan meskipun salah satunya mati. Dengan begitu, anda akan mendapat keuntungan dari perbedaan rangkaian seri dan paralel satu ini.

Menyusun rangkaian listrik bisa dilakukan secara seri atau paralel, tetapi keduanya memiliki sistem kerja yang berbeda. Kedua rangkaian listrik ini berguna untuk kehidupan sehari hari, sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan.

Lalu apa beda sistem rangkaian seri dan paralel terletak pada susunan yang dipakai, jumlah komponen pembentuk, kondisi komponen listrik, dan kontinuitas komponen listrik.

Baca Juga:  4 Jenis Lemak Serta Pengertian, Manfaat & Fungsinya

You might like

About the Author: Recca Wibisono

Market Analysis Enthusiast lulusan salah satu kampus negeri jurusan manajemen bisnis yang mempunyai hobi belanja